Sejarah

SEJARAH PENGADILAN AGAMA TANAH GROGOT

Kabupaten Paser pada mulanya adalah sebuah kewedanaan (perkantoran) dalam wilayah kekuasaan Kabupaten Pulau Laut Propinsi Kalimantan Selatan. Pengadilan Agama Tanah Grogot dahulu menginduk kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah Kotabaru Kalimantan Selatan dan sejak tahun 1958 berada pada wilayah kekuasaan Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah Balikpapan Kalimantan Timur.

Pada tanggal 29 Desember 1959 kewedanaan Pasir berubah status menjadi sebuah Kabupaten di Kalimantan Timur. Sebagai sebuah Kabupaten, tentu diperlukan berbagai instansi di Kabupaten, termasuk Pengadilan Agama pada Tingkat Pertama. Kabupaten Pasir ini kemudian tertampung dengan terbitnya SK Menteri Agama RI Nomor 195 Tahun 1968 tentang Penambahan Pembentukan Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah di Kalimantan, Sumatera dan Nusa Tenggara. Salah satu di antaranya adalah Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah Tanah Grogot, dengan wilayah hukum seperti daerah kekuasaan pemerintah setempat. Hal ini merupakan realisasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1957 tentang pembentukan Pengadilan Agama/ Mahkamah Syari’ah di luar Jawa/Madura.

SK Menteri Agama RI Nomor 195 Tahun 1968 tersebut tidak dapat segera terealisasikan, berhubung adanya berbagai hambatan, yaitu terutama adalah sulitnya personil yang memenuhi syarat, sedangkan kebutuhan adanya Pengadilan Agama semakin mendesak, lebih-lebih menjelang diberlakukannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Jalan keluar harus segera ditemukan, untuk itu Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Kalimantan Timur mengambil satu kebijakan, dengan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 67/1-6/1974 yang berisikan peresmian berdirinya Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah Tanah Grogot dengan aparat yang terdiri dari K.H. M. Hasyim Rahim sebagai Ketua Honor / Hakim Anggota, Husaini Anjam, Abdul Gani HM dan Muhammad Dailami sebagai Hakim Anggota Tetap/Honor, dengan fungsi Kepaniteraan dijalankan oleh Asma Zaini (tenaga bantuan dari Departemen Agama Kabupaten Pasir), dan Muhammad Noor Ambo Oga (Tenaga bantuan dari Pemerintah Daerah TK II Pasir).

Sejak saat itu Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah Tanah Grogot berdiri, hingga sekarang dengan berbagai perbaikan dan penyempurnaan. Pada tahun 2002 Kabupaten Pasir yang sekarang berubah nama menjadi Kabupaten Paser menjalani pemekaran menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara, maka yurisdiksi Pengadilan Agama Tanah Grogot meliputi wilayah Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara sejak tahun 2002.

Setelah dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2004 tentang Peralihan Organisasi, Administrasi dan Finansial di lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara, Peradilan Agama dan Peradilan Militer menjadi satu atap di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia, maka sejak tanggal 23 Juni 2004 semua kegiatan organisasi, administrasi dan finansial pada Direktorat Pembinaan Peradilan Agama Kementerian Agama RI yang selama ini menjadi acuan oleh Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah seluruh Indonesia, dialihkan dari Kementerian Agama Republik Indonesia kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Adapun pimpinan (Ketua) yang pernah menjabat pada Pengadilan Agama Tanah Grogot adalah :

 

ketua-1

 

1. K. H. M. HASYIM RAHIM

(1973 – 1976)

 

ketua-2

 

2. DRS. H. ABD. HAMID UMAR

(1976 – 1984)

 

ketua-3

 

3. DRS. H.R. MANSHUR ALKAF

(1984 – 1988)

 

 

 

ketua-4

4. DRS. H. M. TARSI HAWI, S.H.

(1988 – 1995)

 

                              ketua-5

 

 

5. DRS. H. SYAMSUNI EDY

(1995 – 2000)

 

 ketua-6

 

6. DRS. H. ABDULLAH BERAHIM

(2000 – 2008)

 

 

 ketua-7 

7. DRS. H. MUHAMMAD KURDI

(2008 – 2011)

 

 ketua-8

8.  DRS. BUSTANUDDIN

JAMAL,  M. Hum.

(2011 –  2013)

 

 

ketua-9

9.  DRS. H. ELMUNIF

(Wakil Ketua/Pelaksana Tugas Ketua : 2014 –  2016)

 

 

1. Drs. H. Ahmad Fanani, M.H.

 

10. Drs. H. Ahmad Fanani, M.H.

(2016 – Sekarang)

 Sejak berdirinya hingga sekarang, Pengadilan Agama Tanah Grogot sudah ada 5 (lima) orang Pegawai Negeri Sipil yang telah purna bakti, yaitu :

  1. Asnan (Jurusita Pengganti)
  2. Muhammad Aini (Jurusita Pengganti)
  3. Abdul Rahman (Kepala Urusan Kepegawaian)
  4. Achmad Sjairani (Jurusita)
  5. Muhammad Yahya (Panitera Muda Gugatan)