BERSATU, BERBAGI DAN BERPRESTASI DI PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA

0

Jumat, 1 Juni 2018. Menindaklanjuti Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor. 318/SEK/KS.00/05/2018 tanggal 30 Mei 2018, tentang Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2018, Pengadilan Agama Tanah Grogot menyelenggarakan Upacara Hari Lahir Pancasila. Upacara diikuti oleh seluruh jajaran pegawai di Pengadilan Agama Tanah Grogot, dimulai pada pukul 08.00 WITA dan berjalan dengan penuh khidmat.

Ketua Pengadilan Agama Tanah Grogot, Bapak H. Subhan, S.Ag., S.H., selaku Inspektur Upacara membacakan Sambutan Presiden RI Dalam Rangka Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2018. Di antaranya tentang himbauan untuk menghayati Pancasila, karena kita sudah bertahan selama hampir 73 tahun dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya.

Selanjutnya juga mengingatkan kita akan proses perumusan Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945, yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 merupakan jiwa besar para founding fathers kita, para ulama, para tokoh agama, dan para pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan yang mempersatukan kita.

Kita sebagai generasi penerus, kita harus mengingat rangkaian proses besar tersebut, kita dalami semangatnya, kita pahami rohnya. Merupakan tugas dan tanggung jawab kita juga untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita.

Sambutan Presiden tersebut juga mengingatkan kita bahwa kita adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau. Dengan keberagaman tersebut, kita harus terus bersatu memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa yang memimpin. Dan pada Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat etos peduli dan berbagi, sebagai sumber energi kita untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kemajemukan yang ada di Indonesia sering kali dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidak-bersatuan dan ketidak-gotongroyongan. Tetapi kita harus tetap berbagi pengalaman dalam berbhinneka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Karena dengan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila, kita juga ikut melaksankan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sambutan Presiden ditutup dengan ucapan “Selamat Hari Lahir Pancasila!, Kita Bersatu!, Kita Berbagi!, Kita Berprestasi!”. Selanjutnya, upacara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Jamaludin, S.H. (Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Tanah Grogot).

(NTriyono)

Share.

About Author

Leave A Reply